Kode Perilaku Gillette

Kode Perilaku Gillette — Gillette, Saga Sang Pasien, bab 08

GILLETTE, SAGA SANG PASIEN · Edisi Indonesia  ·  No. 08

Kode Perilaku Gillette

Di Luar Seri


(sebuah kode di antara kode-kode)

“Kata-kata memberitahumu seseorang ingin menjadi siapa. Perilaku memberitahumu siapa dirinya selama ini, cukup lama sampai ia sungguh menjadi begitu.”

I. Kode Perilaku

Dari semua kode yang mengatur hidup manusia, kode perilaku barangkali yang paling jarang diamati dan paling hadir. Ia tidak tertulis dalam undang-undang. Tidak muncul dalam peraturan. Tidak diajarkan terang-terangan di sekolah. Namun ia menyertai setiap orang dari awal sampai akhir hidupnya — membentuk pilihan, reaksi, simpati, jarak, diam, bahkan kesalahan.

Bila kita bicara tentang bangsa-bangsa di dunia, kita menggambarkan budaya, tradisi, kebiasaan, kepercayaan. Bila kita bicara tentang individu, penjelasannya biasanya diserahkan kepada dua pilar besar: genetika dan pendidikan. Di satu sisi apa yang diwarisi, di sisi lain apa yang dipelajari. Penjelasan yang rapi, menenteramkan, dan sebagian benar. Tetapi hidup yang nyata menunjukkan sesuatu yang lebih rumit. Orang-orang yang dibesarkan dalam keluarga yang sama mengembangkan perilaku yang sama sekali berbeda. Individu dari budaya yang berjauhan menanggapi peristiwa dengan cara yang miripnya mengejutkan. Kakak beradik yang dididik orang tua yang sama menempuh jalan yang berlawanan, sementara orang-orang asing yang lahir di benua berbeda seakan berbagi logika batin yang sama.

Jadi ada sesuatu yang lolos dari penggolongan yang paling gampang. Itulah yang kusebut kode perilaku. Ia tidak terlihat pada pandangan pertama. Tidak elegan seperti setelan rancangan desainer, tidak mencolok seperti kekayaan yang dipamerkan, tidak bisa dikenali seperti logat atau bahasa. Ia tidak meninggalkan tanda yang kasatmata di wajah seseorang.

Kode perilaku hidup di tempat lain. Dalam cara seseorang menghadapi kesulitan. Dalam cepat-lambatnya ia memberi kepercayaan. Dalam caranya memperlakukan kekuasaan begitu kekuasaan itu ada di tangannya. Dalam pilihan untuk menepati janji atau mengingkarinya. Dalam kemampuan untuk menunggu — atau ketidakmampuan untuk itu.

Dua orang bisa mengucapkan kata-kata yang sama dan melakukan gerakan yang sama. Namun kode yang menggerakkan mereka bisa sepenuhnya berbeda. Perilaku yang tampak hanyalah permukaan dari gejala itu. Yang kita amati setiap hari bukan kodenya, melainkan akibatnya. Seperti angin, yang tak pernah terlihat langsung tetapi menampakkan diri dalam gerak pepohonan, kode itu membiarkan dirinya diterka lewat tindakan, pengulangan, dan pilihan-pilihan yang dibuat seseorang seiring waktu.

Cirinya yang paling menarik adalah kestabilan. Pendapat berubah. Ideologi berubah. Profesi berubah. Bahkan keyakinan yang paling dalam pun bisa bergeser sepanjang hidup. Kode perilaku, sebaliknya, cenderung mempertahankan struktur yang bisa dikenali. Ia bisa menyesuaikan diri, menjadi lebih halus, matang atau merosot, tetapi jarang lenyap. Itulah sebabnya sebagian orang tetap bisa diandalkan bahkan ketika kehilangan segalanya, sementara yang lain menjadi tak terduga begitu memperoleh sesuatu. Itulah sebabnya watak muncul terutama di bawah tekanan, ketika topeng-topeng sosial mengendur dan struktur batin mengambil kendali.

Maka mengamati kode perilaku berarti mengamati manusia dalam kesinambungan tindakannya, bukan dalam pengecualian kata-katanya. Kata-kata bisa disiapkan. Perilaku, dalam jangka panjang, jauh lebih sulit. Itulah sebabnya kode ini termasuk peta yang paling berharga untuk memahami individu, organisasi, komunitas, bahkan bangsa. Ia tidak menggambarkan apa yang dinyatakan seseorang tentang dirinya, melainkan ia cenderung menjadi apa ketika hidup mengujinya. Dan antara pikiran dan tindakan sering terbentang seluruh jarak yang memisahkan niat dari kebenaran.

Mundurlah beberapa langkah, dan kamu kembali ke rumah pertama — ke asal mula. Kepada manusia yang tidak memiliki teori, yang tidak tahu apa-apa tentang psikologi, sosiologi, atau genetika. Mereka hanya memiliki kebutuhan untuk bertahan hidup. Di dunia purba itu reaksi belum merupakan pilihan budaya atau kepentingan pribadi. Reaksi adalah jawaban atas hidup itu sendiri. Kode perilaku barangkali bermula di sana: dalam pengamatan, dalam penyesuaian, dalam kemampuan membaca bahaya, kepercayaan, jarak, dan rasa memiliki. Jauh sebelum manusia belajar menjelaskan dirinya, mereka sudah belajar bereaksi. Jauh sebelum ada agama, bangsa, profesi, dan ideologi, sudah ada individu-individu yang menghadapi dunia dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang mengamati sebelum bertindak; ada yang bertindak sebelum mengamati. Ada yang membangun persekutuan; ada yang memilih menyendiri. Ada yang berbagi api; ada yang mempertahankannya.

Barangkali kode perilaku memang persis ini: ingatan yang dalam, yang melintasi waktu tanpa pernah menuliskan namanya sendiri. Pakaian berubah, bahasa berubah, teknologi berubah — tetapi ada sesuatu yang terus kembali dalam pilihan-pilihan manusia seperti tanda tangan purba yang tak terlihat.

Karena itu aku selalu kurang memperhatikan pernyataan dan lebih memperhatikan pengulangan. Kurang pada niat, lebih pada akibat. Orang memberitahumu mereka ingin menjadi siapa; perilaku mereka memberitahumu siapa mereka selama ini, cukup lama sampai mereka sungguh menjadi begitu.

Ini bukan esai antropologi, bukan risalah kedokteran, bukan pula analisis sosial. Ini sudut pandang seorang laki-laki yang telah melintasi orang-orang, negeri-negeri, profesi-profesi, dan musim-musim kehidupan, sambil mengamati apa yang mereka perbuat lebih daripada apa yang mereka nyatakan.

Maka, ketika pembawa kode yang berbeda dari kodemu muncul di hadapanmu, ia tidak mengesankanmu karena apa yang ia katakan. Ia mengesankanmu karena cara ia mengatakannya. Karena jarak yang nyaris tak terasa antara gerak dan kata. Karena kewajaran yang tak bisa ditiru lama-lama. Karena diam yang datang sebelum jawaban. Karena pilihan yang berulang dari waktu ke waktu sampai bisa dikenali. Dan barangkali, setelah menceritakan sebuah kisah kepadamu, ia hanya meminta satu dolar untuk didengar — sebab ia tahu nilai sebuah cerita bukan harga yang diterimanya, melainkan perilaku yang berhasil ditinggalkannya.

II. Epilog

Kode itu tak pernah menuliskan namanya. Namun ia menandatangani setiap pilihan yang kamu buat.

III. Halaman Penulis

Karya ini tidak dibuat atas pesanan.

Tidak dijual.

Tidak dibuat untuk tujuan komersial.

Karya ini ditulis untuk memberi kesaksian tentang nilai pengenalan diri, watak manusia, dan arsitektur sunyi pikiran yang tak bisa dinamai sepenuhnya oleh diagnosis mana pun.

Satu-satunya imbalan yang diminta adalah satu dolar simbolis — bukan sebagai bayaran atas karya ini, melainkan sebagai tanda komitmen bersama terhadap budaya pengamatan, kejujuran, dan kepedulian.


Ferdinando

PDF ← GILLETTE, SAGA SANG PASIEN

Jelajahi saga-saga lainnya

The Corpus · Peta · Perpustakaan · Vatican · One Door · Genesis · Opera · Wood · Kontak

← Kembali ke halaman utama